Jumat, 12 Juni 2009

Tapak Tilas Kelahiran NU Oleh: H. Sholeh Hayat SH Wakil Ketua PWNU Jawa Timur (I)

بسم الله الرحمن الرحيم . NAHDLATUL ULAMA yang mewarisi watak 'Rahmatal lil 'alamin' telah diberkahi umur panjang. Apa rahasia dibalik itu ? . Banyak tapak tilas yang membuka tabir. Ada faktor kebangkitan untuk merdeka, faktor konflik faham, dan ada faktor latar belakang spiritual yang datang dari langit. Proses awal adalah mendirikan forum yang bernama "Tashwirul Afkar" pada tahun 1914 di Surabaya, sebuah majelis yang mengolah pola pikir Ulama yang digagas oleh KH. Abdul Wahhab Hasbullah, isinya membahas faham keagamaan yang berkembang di Saudi Arabia. Ada pokok bahasan membangun keberanian melawan penjajah Belanda, yakni " HUBBUL WATHON MINAL IMAN " . Proses berikutnya adalah mendirikan kelompok kerja" NAHDLOTUL WATHON " , sebuah wadah yang mendidik pola pikir kebangkitan tanah air, menyusul berikutnya " KHITHABUL WATHON " , mimbar tanah air, " AHLUL WATHON " di Wonokromo, keluarga tanah air, " FAR'UL WATHON " , cabang tanah air dan " HIDAYATUL WATHON " , pemandu tanah air di Jombang dan terakhir membentuk " SYUBBANUL WATHON " untuk anak-anak muda. Wadah yang bernuansa HUBBUL WATHON yang dimotori KH. Abdul Wahhab Hasbullah bertemu muara dengan HOS Cokroaminoto pendiri Serikat Islam yang juga bangkit membangun "Semangat Islam" melawan penjajah Belanda dalam bentuk perlawanan kultural. Faktor yang berlatar belakang konflik faham Ahlussunnah wal jama'ah dengan wahabiyah ikut memberi inspirasi dan dorongan lahirnya Jam'iyyah NU di Surabaya. (Bersambung) . Sumber: Majalah Nahdlatul Ulama AULA No. 01 Tahun XXXI Januari 2009 . والله أعلم بالصواب . ‎

Tidak ada komentar:

Posting Komentar